RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : MTs Ali Maksum Krapyak Yogyakarta
Kelas/Semester : XII/II
Mata Pelajaran : Fiqh
Pertemuan ke : 3 (tiga)
I.Standar Kompetensi
2.6 Memahami Konsep makanan & minuman yang baik menurut islam
II.Kompetensi Dasar
2.7. Menjelaskan pengertian makanan dan minuman yang baik menurut islam
III. Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Menjelaskan pengertian makanan & minuman yang baik menurut islam
b. Menyebutkan dasar tentang makanan yang baik menurut islam
c. Mengidentifikasi macam-macam makanan & minuman yang baik dan dilarang dalam islam
d. Menjelaskan hikmah dihalalkan dan diharamkannya makanan & minuman dalam Islam
IV.Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari pengertian, dasar, dan contoh makanan dan minuman yang baik menurut islam dengan metode ceramah, find your group, dan posterisasi peserta didik dapat menjelaskan pengertian, dasar dan contoh makanan& minuman yang baik menurut islam serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
V.Materi Ajar
1. Pengertian makanan & minuman yang baik menurut islam
2. Dasar tentang makanan & minuman yang baik menurut islam
3. Makanan & minuman yang dilarang dalam islam
MATERI
Makanan yang baik menurut Islam adalah segala makanan di bumi baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan yang dihalalkan menurut ketentuan yariat Islam. Pada dasarnya semua makanan boleh dimakan kecuali apabila ada larangan dalam Al-Qur’an untuk memakannya.
Q.S Al-Baqarah :172
Sebagai contoh: daging sapi, kambing, kerbau, keju, nasi, jagung, dll. Allah juga menghalalkan belalang dan semua binatang yang hidup di laut.
Macam-macam makanan yang Dihalalkan :
1) Semua makanan yang bersih, tidak menjijikan
2) Semua makanan yang dihalalkan dalam Al-qur’an maupun Hadits
3) Semua makanan yang tidak memberi mudharat (bahaya)
4) Bangkai ikan dan belalang
5) Hati dan limpa binatang yang halal dimakan dagingnya
Makanan yang dilarang dalam islam merupakan segala sesuatu yang diharamkan oleh islam karena beberapa hal, yakni:
- Diharamkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Misal bangkai, darah, binatang yang mati (sebab tercekik, terpukul, terjatuh, tertanduk, diterkam binatang buas, dipersembahkan untuk berhala, binatang yang disembelih dengan nama selain Allah
- Karena disuruh membunuhnya. Misal ular, gagak, tikus, anjing galak, burung elang
- Karena dilarang membunuhnya. Misal semut, lebah, burung hud-hud, burung surad
- Karena keji (kotor). Misal bangkai dan darah
- Karena memberi mudharat (bahaya). Misal daging babi, daging anjing
Begitu pula minuman yang baik menurut islam adalah minuman yang dihalalkan dalam Al-Qur’an baik yang berasal dari hewan, tumbuhan maupun hasil olahan, yang tidak terkena najis. Minuman yang baik tidak mengandung unsur-unsur yang membahayakan bagi tubuh. Sebagai contoh: susu, air kelapa, air mineral dll.
Sementara minuman yang diharamkan oleh Islam adalah segala macam minuman yang mengandung racun dan unsur memabukkan. Misal wisky, arak
VI.Alokasi Waktu
1x20 menit
VII.Metode Pembelajaran
Ceramah, Find your group, Posterisasi
VIII.Kegiatan Pembelajaran
1) Pendahuluan
· Menarik siswa/memberi motivasi (guru memberi salam, doa, menanyakan keadaan dan presensi) (1 menit)
· Apersepsi (menanyakan sekilas tentang pelajaran pada pertemuan sebelumnya)
(1 menit)
· Pre-test (menanyakan pengertian makanan dan minuman yang baik menurut siswa). (1 menit)
· Memberi acuan (menjelaskan indikator yang akan dicapai) (1 menit)
2) Kegiaan Inti
a. Ceramah (5 menit)
· Guru menjelaskan materi secara garis besar
· Siswa mendengarkan penjelasan dari guru
b. Find your group (2 menit)
· Siswa dikondisikan menjadi 2 kelompok besar
· Guru membagikan kartu yang berisi gambar binatang dan makanan kepada setiap siswa
· Setelah semua siswa memegang kartu, guru memberi instruksi kepada siswa untuk berkelompok menurut pasangannya
c. Posterisasi (3 menit)
· Guru membagikan kertas yang berisi gambar kepada setiap kelompok
· Setiap kelompok bertugas untuk membahasakan gambar ke dalam bentuk poster
· Setiap kelompok menunjuk satu orang perwakilan untuk mempresentasikan poster di depan
3) Kegiatan Penutup
· Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya terkait materi yang belum di mengerti.(1 menit)
· Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. (1 menit)
· Guru meminta siswa untuk menyampaikan hikmah yang dapat dipetik dari pelajaran yang telah disampaikan
· Guru memberikan tugas siswa untuk menjawab soal-soal yang diberikan guru (2 menit)
· Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.(1 menit)
IX. Instrumen Evaluasi
-Tes Lisan
1. Jelaskan pengertian makanan & minuman yang baik menurut islam dengan bahasa sendiri!
2. Berikan contoh-contoh makanan dan minuman yang baik menurut Islam!
3. Sebutkan dalil tentang makanan yang baik menurut Islam!
X.Sumber Belajar
1. Sumber:
Zahra, Zhulfatin. Buku Ajar Fiqih untuk kelas XII. Solo: Putra Kertonatan
Siberman, Melvin. 101 Cara Belajar Aktif. 2011. Bandung : Nusamedia
Rasyid, Sulaiman. Fiqih Islam. 2009. Bandung : Sinar Baru Algesindo
2. Alat:
White board, kertas kertas lipat, kertas asturo, spidol
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : MTs Ali Maksum Krapyak Yogyakarta
Kelas/Semester : XII/II
Mata Pelajaran : Fiqh
Pertemuan ke : 3 (tiga)
I.Standar Kompetensi
2.6 Memahami Konsep makanan & minuman yang baik menurut islam
II.Kompetensi Dasar
2.7. Menjelaskan pengertian makanan dan minuman yang baik menurut islam
III. Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Menjelaskan pengertian makanan & minuman yang baik menurut islam
b. Menyebutkan dasar tentang makanan yang baik menurut islam
c. Mengidentifikasi macam-macam makanan & minuman yang baik dan dilarang dalam islam
d. Menjelaskan hikmah dihalalkan dan diharamkannya makanan & minuman dalam Islam
IV.Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari pengertian, dasar, dan contoh makanan dan minuman yang baik menurut islam dengan metode ceramah, find your group, dan posterisasi peserta didik dapat menjelaskan pengertian, dasar dan contoh makanan& minuman yang baik menurut islam serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
V.Materi Ajar
1. Pengertian makanan & minuman yang baik menurut islam
2. Dasar tentang makanan & minuman yang baik menurut islam
3. Makanan & minuman yang dilarang dalam islam
MATERI
Makanan yang baik menurut Islam adalah segala makanan di bumi baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan yang dihalalkan menurut ketentuan yariat Islam. Pada dasarnya semua makanan boleh dimakan kecuali apabila ada larangan dalam Al-Qur’an untuk memakannya.
Q.S Al-Baqarah :172
Sebagai contoh: daging sapi, kambing, kerbau, keju, nasi, jagung, dll. Allah juga menghalalkan belalang dan semua binatang yang hidup di laut.
Macam-macam makanan yang Dihalalkan :
1) Semua makanan yang bersih, tidak menjijikan
2) Semua makanan yang dihalalkan dalam Al-qur’an maupun Hadits
3) Semua makanan yang tidak memberi mudharat (bahaya)
4) Bangkai ikan dan belalang
5) Hati dan limpa binatang yang halal dimakan dagingnya
Makanan yang dilarang dalam islam merupakan segala sesuatu yang diharamkan oleh islam karena beberapa hal, yakni:
- Diharamkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Misal bangkai, darah, binatang yang mati (sebab tercekik, terpukul, terjatuh, tertanduk, diterkam binatang buas, dipersembahkan untuk berhala, binatang yang disembelih dengan nama selain Allah
- Karena disuruh membunuhnya. Misal ular, gagak, tikus, anjing galak, burung elang
- Karena dilarang membunuhnya. Misal semut, lebah, burung hud-hud, burung surad
- Karena keji (kotor). Misal bangkai dan darah
- Karena memberi mudharat (bahaya). Misal daging babi, daging anjing
Begitu pula minuman yang baik menurut islam adalah minuman yang dihalalkan dalam Al-Qur’an baik yang berasal dari hewan, tumbuhan maupun hasil olahan, yang tidak terkena najis. Minuman yang baik tidak mengandung unsur-unsur yang membahayakan bagi tubuh. Sebagai contoh: susu, air kelapa, air mineral dll.
Sementara minuman yang diharamkan oleh Islam adalah segala macam minuman yang mengandung racun dan unsur memabukkan. Misal wisky, arak
VI.Alokasi Waktu
1x20 menit
VII.Metode Pembelajaran
Ceramah, Find your group, Posterisasi
VIII.Kegiatan Pembelajaran
1) Pendahuluan
· Menarik siswa/memberi motivasi (guru memberi salam, doa, menanyakan keadaan dan presensi) (1 menit)
· Apersepsi (menanyakan sekilas tentang pelajaran pada pertemuan sebelumnya)
(1 menit)
· Pre-test (menanyakan pengertian makanan dan minuman yang baik menurut siswa). (1 menit)
· Memberi acuan (menjelaskan indikator yang akan dicapai) (1 menit)
2) Kegiaan Inti
a. Ceramah (5 menit)
· Guru menjelaskan materi secara garis besar
· Siswa mendengarkan penjelasan dari guru
b. Find your group (2 menit)
· Siswa dikondisikan menjadi 2 kelompok besar
· Guru membagikan kartu yang berisi gambar binatang dan makanan kepada setiap siswa
· Setelah semua siswa memegang kartu, guru memberi instruksi kepada siswa untuk berkelompok menurut pasangannya
c. Posterisasi (3 menit)
· Guru membagikan kertas yang berisi gambar kepada setiap kelompok
· Setiap kelompok bertugas untuk membahasakan gambar ke dalam bentuk poster
· Setiap kelompok menunjuk satu orang perwakilan untuk mempresentasikan poster di depan
3) Kegiatan Penutup
· Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya terkait materi yang belum di mengerti.(1 menit)
· Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. (1 menit)
· Guru meminta siswa untuk menyampaikan hikmah yang dapat dipetik dari pelajaran yang telah disampaikan
· Guru memberikan tugas siswa untuk menjawab soal-soal yang diberikan guru (2 menit)
· Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.(1 menit)
IX. Instrumen Evaluasi
-Tes Lisan
1. Jelaskan pengertian makanan & minuman yang baik menurut islam dengan bahasa sendiri!
2. Berikan contoh-contoh makanan dan minuman yang baik menurut Islam!
3. Sebutkan dalil tentang makanan yang baik menurut Islam!
X.Sumber Belajar
1. Sumber:
Zahra, Zhulfatin. Buku Ajar Fiqih untuk kelas XII. Solo: Putra Kertonatan
Siberman, Melvin. 101 Cara Belajar Aktif. 2011. Bandung : Nusamedia
Rasyid, Sulaiman. Fiqih Islam. 2009. Bandung : Sinar Baru Algesindo
2. Alat:
White board, kertas kertas lipat, kertas asturo, spidol
MAKALAH VIDEO & REKAMAN
PENDAHULUAN
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran.[1] Dalam pelaksanaannya kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain.
media pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang interaktif adalah video diantaranya adalah video dan rekaman.
Kemampuan teknologi elektronika semakin besar. Bentuk informasi grafis, video, animasi, diagram, suara dan lain-lain dengan mudah dapat dihasilkan dengan mutu yang cukup baik. Misalnya video kamera berfungsi merekam video yang diinginkan untuk kemudian ditransfer dan digabungkan dengan animasi, grafik dan teks yang dihasilkan oleh komputer. Teks, grafik, animasi, video sudah banyak tersedia dalam compact disk. Misalnya Encyclopedia Americana sudah direkam di dalam komputer disk, yang apabila ditampilkan di komputer melalui CD Drive komputer itu maka informasi yang ada dalam disk baik berupa teks, gambar, grafik, dll dapat diakses dan dipindahkan untuk digabung dengan informasi lainnya.[2]
Video dan Rekaman
A. Pengertian
Video merupakan
Rekaman merupakan
Petunjuk untuk memproduksi film atau video
1. Media ini didesain guna memperlihatkan gerak, bukan memperlihatkan gambar diam
2. Film atau video sangat untuk tujuan afekif yaitu untuk mempengaruhi siswa dalam mengubah sifat
3. Suara yang mengiringi gambar harus sesuai dengan isi gambar
4. Narasi tidak boleh menceritakan apa yang ada dalam gambar kecuali untuk mempresentasikan atau memperjelas
5. Gambar yang disajikan hendaklah bervariasi dan diambil dari sudut pengambilan yang berbeda agar siswa tidak merasa bosan.
6. Semua media film harus mengandung unsur yang sudah dibakukan, serta harus diuji dan disunting sebelum dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.
B. Tujuan pemakaian media video dalam pembelajran
1. Tujuan kognitif
a. Mengajarkan pengenalan kembali tau perbedaan stimulasi gerak yang relevan, seperti kecepatan onjek yang bergerak, penyimpangan dalam gerak dan sebagainya.
b. Mengajarkan aturan dan prinsip.
c. Memperlihatkan contoh model penampilan, terutama pada situasi yang menunjukkan interaksi manusia
2. Tujuan psikomotor
Film digunakan untuk memperlihatkan contoh keterampilan gerak. Film juga dapat memberikan umpan balik kepada siswa secara visual untuk menunjukkan tingkay kemampuan siswa dalam mengerjakan keterampilan gerak setelah beberapa waktu kemudian.[3]
3. Tujuan afektif
Film paling sesuai ketika digunakan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku yakni menggunakan beberapa cara dan efek.
C. Kelebihan & Kekurangan Video & Rekaman Sebagai Media Pembelajaran
1. Kelebihan
a. Dapat menyajikan tiruan visual yang bergerak untuk memperagakan rangsangan atau respon yang serasi.
b. Dapat membuat efek visual khusus yang mungkin dapat memperkuat proses belajar.
c. Film dapat digunakan dalam kelompok besar dan kelompok kecil atau untuk dilihat sendiri
d. Film dapat digunakan dengan proyeksi dari depan dan dari belakang
e. Isi dan urutan materi pembelajaran sudah terpadu dan dapat digunakan secara interaktif dengan buku tugas, atau buku petunjuk belajar
f. Ukuran film sudah terstandarisasi yang memungkinkan digunakan diman-mana.
g. Kualitas gambar yang ditransfer dari film ke video lebih baik daripada video ke film.
h. Film lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan. Hal-hal yang abstrak menjadi jelas.
i. Film dapat merangsang atau memotivasi kegiatan anak-anak.
j. Film merupakan suatu denominator belajar yang umum. Baik anak yang cerdas maupun yang lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama. Keterampilan membaca atau penguasaan bahasa yang kurang dapat diatasi dengan film.[4]
2. Kekurangan Video
a. Biaya produksi film masih tergolong tinggi
b. Memproses film membutuhkan waktu sehingga tidak dapat diperoleh umpan balik langsung
c. Film yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali film itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri.
d. Pada saat film dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
D. Kriteria evaluasi program media Video adalah sebagai berikut:
a. Materi (content)
- Ketepatan/ keakuratan materi
- Kedalaman dan keluasan materi
- Kesesuaian materi dengan kurikulum
- Kesesuaian visual dengan materi
- Kecukupan (sufficiency) materi
- Kejelasan uraian materi dan pemberian contoh
- Kemutakhiran
b. Desain Pembelajaran
- Kesesuaian pendekatan (pemberitahuan tujuan/kompetensi, apersepsi, ketepatan segmentasi, dan pemberian kesimpulan
- Urutan penyajian (sequence)
- Efektifitas dan efisiensi pencapaian kompetensi
- Kesesuaian dengan karakteristik sasaran (audience)
- Kesesuaian evaluasi dengan indikator & kompetensi
c. Aspek Media
- Daya tarik teaser/ opening
- Keterbacaan & manfaat caption
- Kesesuaian visual
- Ketajaman gambar
- Evaluasi mendukung penguasaan materi
- Musik (warna, penempatan, kesesuaian , manfaat)
- Kejelasan narasi (intonasi, dialek, pengucapan)
- Ketajaman gambar
- Kejernihan suara
d. Aspek Teknis
- Penyutradaraan/ directing (angle camera, screen direction, komposisi)
- Artistik (setting, props, costum)
- Ketepatan penyuntingan gambar dengan penyajian materi (kontinuitif, transisi dari segi visual dan audio)[5]
Dalam menilai baik tidaknya sebuah film, Omar Hamalik mengemukakan bahwa film yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Dapat menarik minat siswa
2) Up to date dalam setting, pakaian, dan lingkungan
3) Sesuai dengan tingkatan kematangan audiens
4) Perbendaharaan bahasa yang dipergunakan secara benar
5) Kesatuan dan sequence-nya cukup teratur
6) Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.[6]
1. Jenis – jenis Film
Menurut Yudhi Munadi jenis – jenis film untuk konteks pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Film Dokumenter
Menurut Heinich dkk. (1985: 212) film dokumenter adalah film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula memfiksikan yang fakta. Pola penting dalam film ini menurutnya, adalah menggambarkan permasalahan kehidupan manusia meliputi bidang ekonomi, budaya, hubungan antar manusia, etika dan lain sebagainya. Film dokumenter juga bisa menampilkan rekaman penting dari sejarah manusia. Misalnya, film tentang dampak globalisasi terhadap sosial budaya di suatu daerah atau negara, film tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.
b. Docudrama
Docudrama yaitu film dokumenter yang membutuhkan pengadegan. Kisah – kisah yang ada dalam docudrama adalah kisah yang diangkat dari kisah nyata dari kehidupannyata, bisa diambil dari sejarah. Misalnya, kisah teladan para Nabi dan Rasul.
c. Film Drama atau Semidrama
Film drama atau semidrama keduanya melukiskan human relation. Tema-temanya bisa dari kisah nyata dan bisa juga tidak dari kisah nyata, yakni dari nilai-nilai kehidupan yang kemudian diramu menjadi sebuah cerita. Misalnya tentang penyesalan orang kafir, dihukum karena pelit, dan sebagainya.
[1] Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. 2010. Jakarta : Rajawali Pers. 15
[2] Ibid. 172
[3] Anderson, Ronald H. Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran. Jakarta: Rajawali. 1987 hal 117
· [4] Arief S. Sadiman, dkk. Media pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali. 2009. Hal 68
[5] Bambang warsita. Teknologi pembelajaran (landasan dan aplikasinya). 2008. Jakarta : Rineka Cipta
[6] Munadi, Yudi. Media pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Ciputat: Gaung Persada. 2008. Hal. 117
Tidak ada komentar:
Posting Komentar