Rabu, 04 Januari 2012

Laporan Observasi SKI


Laila Sangadah
09410201


LAPORAN PEMBELAJARAN MAPEL “ SKI” MA ALI MAKSUM KRAPYAK YOGYAKARTA
BAB 1
                                                           PENDAHULUAN        
A.    Latar Belakang Masalah
Sejarah merupakan pengetahuan yang tak lain adalah kronologi kehidupan manusia yang tak terlepas dari dimensi ruang dan waktu. Sejarah memang masa lampau yang tidak akan terulang kembali. Akan tetapi bukan berarti sejarah hanya peristiwa yang telah terlewat begitu saja. Sejarah merupakan pengetahuan yang akan terus abadi apabila dipelajari dan terus digali serta diterapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk kehidupan masa kini. Seperti pesan Ir. Soekarno yang dikenal dengan “JASMERAH” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Pesan tersebut menganjurkan bahwa kita sebagai generasi muda harus tetap menjaga keutuhan nilai-nilai sejarah nenek moyang dengan berbagai cara, yakni mengunjungi tempat-tempat bersejarah, memperingati hari-hari besar bersejarah, dan mempelajari sejarah. Inilah yang disebut proses “Rekonstruksi”.
Berbicara mengenai sejarah, keberadaan sejarah Islam tidak kalah penting dengan sejarah pada umumnya.
Hal inilah yang menjadi motivasi bagi penulis untuk meneliti tentang proses pembelajaran SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pembelajaran SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta ?
2.      Bagaimanakah karakteristik guru SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta?
3.      Bagaimanakah kesan siswa terhadap pembelajaran SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta?
4.      Permasalahan apa yang dianggap berat oleh guru SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta ?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pembelajaran SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.
2.      Mengetahui karakteristik guru SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.
3.      Mengetahui kesan siswa terhadap pembelajaran SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.
4.      Mengetahui permasalahan apa yang dianggap berat oleh guru SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pembelajaran SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta
Pembelajaran SKI di MA Ali Maksum menggunakan sistem active learning di mana semua peserta didik terlibat dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan antara lain sebagai berikut:
a.)    Metode diskusi
Metode ini digunakan ketika materi yang dipelajari memerlukan penalaran yang mendalam. Model diskusi yang digunakan adalah diksusi kelompok kecil dan diskusi kelas.
Metode ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya: siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan cara bertanya, memberikan sanggahan, atau tanggapan.
Akan tetapi, dalam diskusi terdapat sedikit kekurangan, yakni kondisi siswa yang terlalu asyik berdiskusi menyebabkan pembahasan siswa terkadang keluar dari materi awal.
Snowbowling (tukar pendapat & sharing) juga diterapkan ketika sang guru mengajukan sebuah permasalahan yang kasuistik sehingga mendorong siswa untuk mengoptimalkan daya pikir mereka.
b.)    Ceramah dan dialog interaktif
Ceramah disampaikan pada pertemuan-pertemuan awal. Yakni pertemuan ke1 dan ke2. Pada pertemuan ini guru memberikan pengantar tentang SKI berupa definisi, hal-hal yang dipelajari dalam SKI dan tujuan mempelajari SKI. Pengantar tersebut diberikan untuk memberikan pemahaman awal tentang sejarah kebudayaan Islam.  Menurut beberapa siswa, metode ceramah yang digunakan oleh sang guru cukup mengasyikkan karena ceramah  diselingi dengan lelucon, terkadang lagu-lagu plesetan.
c.)    Penugasan
Penugasan mata pelajaran SKI di MA Ali Maksum berupa penugasan terstruktur. Yakni mengumpulkan beberapa cerita tentang tokoh-tokoh pejuang Islam seperti Abu Bakar, Umar Bin Khatab, dsb.
membuat makalah 1 kali dalam semester dengan tema yang sudah ditentukan oleh guru. Makalah tersebut nantinya akan dipresentasikan dalam diskusi kelas atau diskusi kelompok kecil secara bergantian. Menurut Bpk. M. Marwan selaku guru SKI, penugasan tersebut diberikan kepada siswa sebagai salah satu cara untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa. Di samping itu tugas berupa papper juga digunakan sebagai salah satu bekal untuk tingkat pembelajaran yang lebih tinggi (di bangku perkuliahan).
d.)   Sorogan kitab “Tarikh Tasyri” pada siswa Aliyah kelas 1
Sorogan ini merupakan metode yang digunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam membaca kitab kuning, serta menyampaikan materi SKI  yang terkandung dalam Tarikh tersebut. Sorogan juga digunakan sebagai salah satu ciri khas kepesantrenan di Madrasah Aliyah Ali Maksum yang notabene merupakan salah satu madrasah bernuansa pesantren yang mengutamakan penguasaan ilmu tata bahasa arab.
e.)    Cerita
Metode ini digunakan oleh guru mata pelajaran SKI setelah para siswa mempresentasikan makalahnya. Biasanya cerita yang diangkat oleh sang guru disesuaikan dengan materi yang sedang dibahas. Sebagai contoh, sang guru bercerita tentang sejarah pemilihan khalifah Islam, Umar Bin Khatab yang menggunakan cara pemilihan umum oleh umat Islam, kemudian dari pungutan suara tersebut kembali dibuat pemantapan keputusan melalui majelis Syura’ yang terdiri dari tokoh-tokoh Islam. Hal tersebut juga tampak dalam pemilihan presiden di Indonesia yang menggunakan sistem yang serupa dengan pemilu pada masa Rasulullah. Dengan demikian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa nilai-nilai demokrasi sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Di sela-sela cerita, sang guru menyampaikan nilai-nilai keislaman maupun kebudayaan yang dapat diperoleh dari cerita tersebut.
2.      Karakteristik guru SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta
Guru SKI di MA Ali Maksum adalah Bpk Muhammad Marwan Spdi.  Beliau alumni IAIN Suan Kalijaga jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Meski disebut guru “salah kamar” (mengajar tidak pada bidangnya) akan tetapi beliau cukup mahir dalam menyampaikan mata pelajaran SKI. Beliau mengampu mata pelajaran SKI kelas 1,2 dan 3. Dalam menyampaikan materi SKI, beliau menggunakan metode yang bervariasi. Di antaranya sorogan untuk kelas X, penugasan berupa makalah, ceramah, diskusi interaktif untuk kelas XI dan XII. Sang guru membuat rancangan pembelajaran yang tertuang dalam silabus. Silabus tersebut digunakan sebagai pedoman dalam menyampaikan materi SKI secara sistematis.
3.      Kesan siswa terhadap guru dan mata pelajaran SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta
Menurut sebagian besar siswa MA Ali Maksum, pelajaran SKI merupakan pelajaran yang menyenangkan sebab sang guru selalu terkesan humoris dalam menyampaikan materi. Sebagai contoh, sang guru selalu memberi pengantar berupa nyanyian plesetan atau sholawatan sebelum pelajaran dimulai. Hal ini menjadikan semangat siswa yang hampir surut akibat terlalu padatnya jadwal yang mereka jalani seolah-olah berkobar lagi. Selain itu metode yang digunakan juga menjadikan siswa antusias untu mengikuti pembelajaran SKI. Hal ini terbukti dengan jarangnya siswa yang absen pada jam pelajaran SKI.
Akan tetapi sedikit keluhan dari siswa, yaitu terlalu sulit dalam menghafal nama-nama tokoh, waktu dan tempat kejadian. Dalam hal ini guru SKI belum menemukan cara yang cocok untuk mempermudah siswa dalam menghafal beberapa hal tersebut.
Menurut pemaparan beberapa orang siswa, pelajaran SKI cukup menggugah imajinasi sebab alur cerita yang disampaikan sang guru mengajak para siswa untuk mengetahui perkembangan agama yang dianut, yakni Islam mulai dari masa Rasulullah hingga masa kini.



BAB III
KESIMPULAN

1.      Pembelajaran SKI di MA Ali Maksum menggunakan sistem active learning di mana semua peserta didik terlibat dalam proses pembelajaran.
2.      Guru SKI di Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah Bpk Muhammad Marwan Spdi. Meskipun beliau bukan lulusan SKI, namun beliau cukup kreatif dalam menyampaikan materi SKI.
3.      Kesan siswa terhadap guru dan mata pelajaran SKI di MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta adalah sebagai berikut: siswa sangat antusias dengan pelajaran SKI dikarenakan gurunya sangat tepat dalam memilih metode pengajaran.















LAMPIRAN
Hasil Wawancara
Wawancara terhadap Guru Mapel SKI
P: Assalamualaikum, Pak. Kami mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Fakultas TYK jurusan PAI semester 5. Maaf mengganggu bapak sebentar,
I: iya, monggo ada keperluan apa ya, ada yang bisa saya bantu?

P: begini Pak, kami mendapat tugas kuliah untuk meninjau pembelajaran SKI di lembaga sekolah. Kebetulan kami memilih MA Ali Maksum ini sebagai objek observasi. Kami mau minta pendapat bapak sebagai guru SKI di sini,
I: maksud anda pendapat yang bagaimana?
P: begini pak, pertama kami ingin bertanya, bagaimana karakteristik pembelajaran SKI di MA Ali Maksum?
I: emmm, bagaimana ya mbak, kalau di sini mata pelajaran SKI itu lebih ditekankan pada nilai-nilai sejarah yang dikaitkan dengan nilai kepesantrenan
P: maaf, bisa diberikan contohnya?
I: seperti ini mbak. Pada pertemuan awal, saya selalu menyampaikan urgensi mempelajari SKI. Ilustrasinya mudah, misal saya menceritakan sekilas tentang sejarah perjuangan dakwah Rasulullah SAW mulai dari sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan juga rintangan-rintangan yang dihadapinya. Mulai dari situ saya mengkaitkannya dengan posisi para siswa yang sedang menuntut ilmu di pesantren dan di sekolah. Bahwa di manapun yang namanya berjuang, itu pasti ada halangannya. Kita tahu Rasulullah tetap tegar menghadapi hardikan, cercaan, hinaan, bahkan perlawanan dari ornag-orang yang tidak setuju terhadapnya hingga dakwah yang dilakukannya berhasil. Dari inilah kita dapat mengambil pelajaran bahwa perjuangan siswa dalam belajar harus mencontoh semangat Rasulullah, Khulafaurrasyidin, dan orang-orang setelahnya untuk terus semangat dalam berjihad.
P: wah, menarik sekali pak, lantas metode apa yang bapak gunakan dalam pembelajaran
I: metodenya sederhana saja mbak, tapi cukup menunjukkan kombinasi yang unik. Pada pertemuan awal saya selalu memberikan pengantar tentang SKI dan urgensinya. Kemudian untuk tahap selanjutnya, saya membagi kelompok berdasarkan tema yang telah ditentukan. Satu kelompok isinya 4 atau 5 orsng. Tiap kelompok saya tugaskan untuk membuat makalah yang nantinya dipresentasikan dalam diskusi kelompok atau diskusi kelas. Tapi pembuatan makalah hanya berlaku untuk kelas 2 dan 3. Untuk kelas  1 saya mengajar dengan metode sorogan dan bandungan menggunakan kitab “Tarikh” supaya siswa kenal sejarah Islam versi buku cetak dan versi kitab. Selain itu juga untuk melatih kemampuan siswa dalam membaca kitab kuning, sekalian bahasa arabnya gitu mbak,
P: wah, menarik sekali metodenya. Lantas bagaimanakah antusias siswa terhadap model pembelajaran yang bapak gunakan, apakah mereka bisa mengikuti dengan baik ?
I: ya, Alhamdulillah, mereka bisa mengikuti. Tapi terkadang ada satu dua siswa yang ngantuk.
P: lantas bagaimana upaya bapak untuk mengatasi siswa yang ngantuk ?

I: saya bangunkan, setelah itu saya suruh menghapus papan tulis, atau terkadang saya kerjai. Saya suruh cari kunci motor saya padahal kuncinya saya pegang. Hehehe, namanya orang baru bangun tidur, ya carinya di mana-mana dan nggak ketemu. Begitulah,
P: unik juga pak, caranya. Syaya kira cukup sekian dulu wawancaranya. Trimakasih banyak infonya pak,..
Wawancara dengan siswa (Luluk Alfi, Ailen Fuzti Nadia, Feni Fenanda)
P : Selamat malam, maaf Dek mau ngrepotin sebentar.
I:  oh, iya silakan saja mbak. Ada yang bisa saya bantu?
P:  sebelumnya saya mau tanya, kalian bertiga kelas XII kan?
I:  iya mbak
P: langsung saja ya, saya mau tanya pendapat kalian tentang pelajaran SKI di kelas kalian. Bagaimana tanggapan kalian?
I 1: kalau menurut saya SKI itu sebenarnya cukup menarik isinya, apalagi gurunya super gokil mbak, tapi ya,,,, itu. Saya paling sebel kalau menjumpai tahun, nama orang, atau silsilah. Bikin pusing.
I2 : Buat saya yang terpenting dari belajar adalah peljarannya itu sendiri. Masalah guru tidak terlalu berpengaruh mbak. Berhubung saya tidak terlalu suka dengan SKI, jadi ya saya jarang belajar. Tapi saya suka karakter gurunya yang koplak mbak,
                        I3 : Kalau saya suka pelajaran SKI karena ada leluconnya mbak,
P: bisa dicontohkan leluconnya seperti apa?
I3: Misal, beliau selalu menyanyi atau kadang bersholawat ketika di depan pintu kelas, seperti pengamen-pengamen itu mbak. Itu yang bikin anak-anak yang tadinya terkantuk-kantuk jadi seger kembali,
P: wah, humoris juga ya gurunya, ya sudah. Cukup segini dulu ya Dek, makasih infonya.
I: sama-sama mbak,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar